Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan -->

Advertisement

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

Monday, October 31, 2016


Pemenggalan Kata
- Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan, pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.
    Misalnya: ma-in, sa-at, bu-ah

- Huruf diftong ai, au, dan oi tidak pernah diceraikan sehingga pemenggalan kata tidak dilakukan di antara kedua huruf itu.
    Misalnya:
    au-la         bukan     a-u-la
    sau-da-ra     bukan     sa-u-da-ra
    am-boi         bukan     am-bo-i


- Jika di tengah kata ada huruf konsonan, termasuk gabungan-huruf konsonan, di antara dua buah huruf vokal, pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan.
    Misalnya:
    ba-pak         ba-rang     su-lit
    la-wan         de-ngan     ke-nyang
    mu-ta-khir

- Jika di tengah kata ada dua huruf konsonan yang berurutan, pemenggalan dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Gabungan-huruf konsonan tidak pernah diceraikan.
    Misalnya:
    man-di         som-bong     swas-ta
    cap-lok         Ap-ril         bang-sa
    makh-luk
- Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih, pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua.
    Misalnya:
    in-stru-men     ul-tra
    in-fra         bang-krut
    ben-trok         ikh-las

- Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan, termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya, dapat dipenggal pada pergantian baris.
    Misalnya:
    makan-an     me-rasa-kan
    mem-bantu     pergi-lah

Catatan:
Bentuk dasar pada kata turunan sedapat-dapatnya tidak dipenggal.
Akhiran -i tidak dipenggal.
Pada kata yang berimbuhan sisipan, pemenggalan kata dilakukan sebagai berikut.
    Misalnya:
    te-lun-juk
    si-nam-bung
    ge-li-gi

- Jika suatu kata terdiri atas lebih dari satu unsur dan salah satu unsur itu dapat bergabung dengan unsur lain, pemenggalan dapat dilakukan (1) di antara unsur-unsur itu atau (2) pada unsur gabungan itu sesuai dengan kaidah di atas.
    Misalnya:
    bio-grafi        bi-o-gra-fi
    foto-grafi        fo-to-gra-fi
    intro-speksi    in-tro-spek-si
    kilo-gram     ki-lo-gram
    kilo-meter    ki-lo-me-ter
    pasca-panen     pas-ca-pa-nen
    Keterangan:
    Nama orang, badan hukum, dan nama diri yang lain disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan kecuali jika ada pertimbangan khusus.

Pemakaian Huruf Kapital

- Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Misalnya:
Dia mengantuk.
Apa maksudnya?
Kita harus bekerja keras.
Pekerjaan itu belum selesai.

- Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Misalnya:
Adik bertanya, " Kapan kita pulang?"
Bapak menasihatkan, "Berhati-hatilah, Nak!"
"Kemarin engkau terlambat," katanya.
" Besok pagi," kata Ibu, "dia berangkat."


- Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.
Misalnya:
Allah                          Alkitab         Islam
Yang Mahakuasa        Quran         Kristen
Yang Maha Pengasih     Weda
Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.
Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.

- Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Misalnya:
Mahaputra Yamin
Sultan Hasanudin
Haji Agus Salim
Imam Syafii
Nabi Ibrahim



Lihat Selengkapnya
1 . Modul 1 download disini
2 . Modul 2 download disini