Istilah dari metodologi berasal dari bahasa yunani,
yakni methodos dan logos. Methodos berarti cara, kiat, dan seluk beluk yang
berkaitan dengan upaya menyelesaikan sesuatu. Sementara logos berarti ilmu
pengetahuan, cakrawala, dan wawasan. Dengan demikian, metodologi adalah
pengetahuan tentang metod[1]e
atau cara-cara yan berlaku dalam kajian atau penelitian. Bagaimana cara
kita memperoleh pengetahuan yang benar? Untuk mendapatkan pengetahuan itu, kita
harus mengetahui metode yang tepat untuk memperolehnya.
Maka
dapat diartikan bahwa metodologi pemahaman islam adalah cara-cara yang
dikemukakan oleh seseorang atau kelompok dengan tidak keluar dari pedoman agama
Islam itu sendiri (Al-Qur’an dan hadits) supaya dapat magetahui bagaimana cara
memahami agama islam dengan benar.
Selain itu, metodologi adalah pengetahuan tentang
metode-metode. Jadi, metodologi penelitian adalah pengetahuan tentang berbagai
metode yang dipergunakan dalam penelitian. Louay safi mendefinisikan metodologi
sebagai bidang penelitian ilmiah yang berhubungan dengan pembahasan tentang
metode-metode yang digunakan untuk mengkaji fenomena alam dan manusia, atau
dengan redaksi yang lain, “metodologi adalah bidang penelitian ilmiah yang
membenarkan, mendeskripsikan, dan mejelaskan aturan-aturan, prosedur-prosedur
sebagai metode ilmiah. Penilaian ini mrncakup penelitian lapangan (field
research) maupun penelitian pustaka (library research) bahkan bila ditelusuri
lebih luas lagi, penelitian kulitatif dan penelitian kuantitatif. Kaarena ada anggapan
behwa sebagian sarjana kita bahwa yang dianggap penelitian adalah penelitian
lapangan (filed research). Cara pandang pemikiran louaysafi mengikuti alur
pemikiran Ismail Raja al-Faruqi, seorang pemikir palestina yang menetap dan
menjadi guru besar diamerika. Namun, yang penting dariusulan Ismail Raja
al-furuqi adalah pemikirannya dalam menegakkan prinsip-prinsip metodologi
islam. Al-furuqi mengidentifikasi lima prinsip metodologi islam yang di
ungkapkannya dengan istila “lima kesatuan” yaitu kesatuan allah, makhluk,
kebenaran, kehidupan, dan humanitas.
Perkambangan
metodologi dan pendekatan dalam kajian islam
Terdapat perkembangan yang menarik dalam kajian
keislaman di universitas-universitas di amerika. Tidak diragukan lagi bahwa
perubahan merumuskan kembali metodologi yang lebih efektif dan mengkaji dan
menyajikan fenomena keagamaan islam. Hal yang menarik adalah bahwa dalam proses
pencarian ini, partisipasi ilmuwan muslim, baik yang telah menjadi warga maupun
yang khusus diundang dari negeri-negeri muslim, diturutsertakan. Hampir
setiap universitas yang mempunyai program studi keislaman biasanya
mempunyai beberapa ahli muslim, baik sebagai tenaga tetap atau sebagai dosen tamu
( visitting scholar). Hampir semua konferensi dan seminar yang relevan dengan
islam dan negeri-negeri muslim tidak akan lengkap tanpa kehadiran tokoh ilmuwan
muslim. Sebagai contoh tahun yang lalu, Dr. M. Atho’Mudzhar telah diundang oleh
stanford universty untuk menghadiri simposium dan memberikan kuliah sserta
memberikan sudut pandang hukum islam dalam forum “law and society” dan UCLA
juga telah mengundangnya untuk menyampaikan makalah tentang perkembangan
pendidikan islam di indonesia. Mentri agama [ Dr. Tarmizi tahir] ketika
berkunjung ke UCLA tahun lalu telah diminta oleh ketua jurusan islamic studies
untuk memberikan ceramah singkat tentang islam dan peranan depertemen agama di
indonesia didepan beberapa guru besar, meskipun acara itu tidak direncanakan
semula berhubung padat nya acara beliau hingga harus dilakukan sambil minum
kopi setelah makan siang. Dr. Nurcholish Madjid jika harus mengorbankan
kesibukan nya ditanah air untuk memberi kuliah di McGill University beberapa
semester.
Para
Mahasiswa dan peminat di Ucla berkesempatan mendengarkan ceramah dan diskusi
dengan banyak tokoh ilmuan dari negeri negeri Muslim, antara lain
Prof.Abdullahi Ahmed An-Naim ahli hukum islam perbandingan dan hukum
publik internasional dr.Hasan Turabi ilmu-an ahtifis terkenal dari sudan, dan
prof.Nazif Sharani, ahli antropologi asia tengah asal Afganistan. Disamping
itu, tumbuh dan berkembang beberapa yayasan dan asosiasi yang dimotori dan
dikelola oleh ilmuan dan tokoh muslim amerika sendiri, seperti internasional
institute of islamic though (IIT) dan asosiasi of muslim social scientists
disamping makin vokal dan semaraknya aktifitas dan perkembangan umat islam
secara umum dibeberapa daerah di AS. Hampir semua yayasan, asosiasi dan islami
center ini menerbitkan jurnal dan publikasi sendiri. Berbagai forum seperti ini
banyak manfaat nya bagai semua pihak.
Lihat Selengkapnya bisa download disini
Lihat Selengkapnya bisa download disini
